Minggu, 28 November 2010

low RIDER medan D''MAZteRz

Monkey Bike, Komunitas yang Suka Modifikasi Sepeda
Modifikasi tak hanya mobil dan sepeda motor. Sepeda juga bisa dimodifikasi mulai dari model ceper dengan stang tinggi dan panjang. Seperti apa?
Ari Sisworo, Medan
Komunitas yang memodifikasi sepeda di Kota Medan jumlahnya belum begitu banyak. Bahkan sampai sekarang baru satu komunitas yakni Monkey Bike. Pendiri dan pemrakarsa Monkey Bike adalah Dedi, lajang yang berasal dari Bandung, Jawa Barat
Menurut lajang berusia 30 tahun tersebut, berdirinya Monkey Bike sebenarnya tanpa sengaja.
Saat dia datang ke Medan di tahun 2006 silam, ia membawa sebuah sepada ceper (lowrider). Awalnya anak-anak Medan acuh dan bahkan mengejek sepedanya. Namun lambat laun, mata para remaja Medan terperangah saat sebuah band terkenal asal Bali menampilkan sepeda lowrider di sebuah video klip beberapa tahun lalu. Nah, menurut Dedi, setelah itu barulah banyak anak Medan yang berminat dan berniat untuk membeli sepeda tersebut.
“Waktu itu, jika ada yang pengen beli sepeda lowrider, ya melalui saya. Baru, saya pesan ke Bandung. Karena saat itu di Bandung sudah ada bengkel sepeda yang khusus membuat jenis sepeda ini. Di Medan belum ada,” ungkapnya.
Satu per satu para remaja Medan mulai menggemari sepeda tersebut. Jumlahnya pun semakin banyak. Akhirnya dia dengan beberapa teman bersepakat untuk membentuk sebuah komunitas pada 27 Februari 2008 silam.
“Sekarang sudah ada sekitar 50 orang anggota tetapnya, dan selalu mangkal di Lapangan Merdeka Medan setiap hari Minggu dari pukul 07.00 WIB sampai pukul 10.00 WIB,” katanya lagi.
Lowrider masuk ke Indonesia akhir tahun 70-an. Waktu itu peredaran atau penyebarannya terbilang lebih sedikit dibandingkan sepeda jenis ontel, MTB, mini dan BMX. Dari Indonesia merek yang terkenal adalah Benny Indonesia, dari Jepang terkenal dengan merk Benny Japan, Fuji Feather dan lain-lain, negara Cina dengan Phoenix dan negara benua barat dengan Schwinn (Chicago AS), Raleigh (Inggris), Stelber (Amerika), Murray (Amerika), Western Flyer (Amerika) atau pun dari Lowrider Bicycle Inc (Amerika/Australia).
“Ada banyak merek sepeda lowrider, ada dari Amerika, Jepang, Inggris serta ada juga yang buatan Indonesia yakni Benny Indonesia,” terang Dedi.
Menyangkut perkembangan sepeda lowrider, sekitar tahun 2003 seiring dengan banyaknya pemakai dan pemodifikasi sepeda motor yang tertarik memainkan sepeda jenis ini, aliran lowrider pun mulai banyak dikuti sebagai dasar memodifikasi sepeda.
Ada beberapa jenis modifikasi yang ada pada jenis sepeda ceper antara lain lowrider biasa, choper atau yang spesifikasinya menyerupai sepeda motor harley davidson. Kemudian jenis limo yakni, sepeda yang ceper dan berbodi panjang.
Menyangkut prestasi, dalam perjalanannya selama dua tahun ini, Monkey Bike telah mengikuti beberapa even modifikasi seperti Kontes Lowrider yang diadakan oleh PT Alpa Scorpii pada tahun 2009 lalu. Saat itu, Monkey Bike merengkuh juara 1 untuk kelas Lowrider dan juara 2 untuk kelas Choper.
“Di Istana Maimoon 2008 lalu, Monkey Bike pun sempat mengikuti kontes sepeda ceper. Hanya saja karena belum solid waktu itu, belum dapat juara,” katanya.
Dalam jangka waktu dekat, Monkey Bike telah mempersiapkan diri untuk mengikuti beberapa kontes yakni pada 24 April mendatang di Lapangan Udara (Lanud) TNI AU Medan.
Selain mengikuti kontes, Monkey Bike juga telah tampil menjadi bintang tamu di beberapa even seperti sebagai bintang tamu untuk foto pra wedding salah satu pasangan muda Medan. Tahun 2009, menjadi bintang tamu dalam acara yang diadakan oleh salah satu media di Medan.
Selain mengikuti kontes dan menjadi bintang tamu, Monkey Bike dengan para anggotanya sering melakukan touring-touring. Hanya saja, touring yang dilakukan tidak terlalu jauh. Masih sebatas area Medan dan luar kota saja seperti Binjai, Berastagi, Pantai Cermin dan beberapa kota lainnya.
“Kalau mau jalan-jalan, biasanya tergantung kesepakatan anggota. Mau kemana dan kapan waktunya. Harus disesuaikan waktunya dulu, karena anggota Monkey Bike banyak yang sekolah dan kuliah,” terangnya.(*)

1 komentar:

  1. halo salam kenal dari kami samarinda low rider community (SLRC).

    BalasHapus